Patah Hati Bikin Melayang-Layang Tiada Pijakan
wisata YogyakartaIya, Mangunan. Masih daerah Yogyakarta juga kok. Kalau kalian sudah baca diary dengan judul Keindahan Cahaya dari Surga dan Naik Helikopter di Watu Mabur pasti bakal tahu daerah itu. Perjalanan kali ini juga masih ditemani sahabatku, Maman namanya.
By the way, ini diary merupakan reques dari salah satu sahabat diary mahasiswa. Dia yang punya blog nolscore. Lintang Irnawati, namanya. Kepoin aja blognya, sekalian semangatin ngeblog tuh. #Eh.
Waktu itu dia reques lewat komen di diary dengan judul Naik Helikopter di Watu Goyang.
Oh, ya mohon maaf juga untuk sahabat diary lainnya, seperti Nindya Prayastika pemilik blog Hoi Ninja. Dia yang reques untuk post diary Bukit Mojo.
Karena keduluan sama Lintang jadi aku post tentang Tebing Watu Mabur dulu ya. Tenang, ini nggak panjang dan nggak banyak juga fotonya, makannya di duluin sama aku. Untuk bukit mojonya nanti menyusul setelah diary ini in shaa Allah.
Aku rasa kalian juga nggak heran kalau wisata di Yogyakarta saat ini semakin maju dari tahun ke tahunnya. Semakin banyak wisata baru bermunculan, salah satunya Tebing Watu Mabur ini. Kira-kira apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar Tebing Watu Mabur?
Kabarnya tebing watu mabur ini dulunya sudah terkenal lho, sebab sering lokasinya digunakan sebagai kawasan camping ataupun bumi perkemahan. Seiring meningkatnya pengunjung yang datang lokasi ini sekarang difungsikan sebagai kawasan lokasi wisata.
Dari situlah makin meningkat para pengunjung yang datang, dan seiring berjalannya waktu pengelola juga berinisiatif membuatkan semacam spot foto untuk memanjakan pengunjung yang datang. Waktu itu bebatuan di daerah tebing watu mabur seperti ini. Nggak tahu saat ini, aku rasa udah semakin bagus.

Nah kira-kira kalian penasaran nggak sih, kenapa namanya Tebing Watu Mabur?
Jadi gini teman-teman, dimanamakan tebing watu mabur ini karena adanya kabut yang menutupi sebagian badan tebing, seakan-akan kita terbang diatas awan. Terlebih saat ini sudah dibangun spot foto, tentu lebih memanjakan pengunjung apalagi pecinta foto selfie.
Bagi kalian yang suka fotografi disini merupakan salah satu spot yang bisa bertemakan terbang diatas awan. Selain keindahan kabut yang ada, kita juga bisa menikmati keindahan sunrise ataupun sanset.
Kebetulan waktu itu aku sore datang kesana, bukan sengaja memang sehabis exsplor daerah Mangunan terus nggak sengaja nemu jalan ke arah tebing watu mabur. Ya udah aku dan Maman datangi karena penasaran.
Sesampainya di lokasi mata ini tertuju sama gubuk kecil di atas pohon. Pengen rasanya masuk tapi waktu itu udah sore, jam berapa coba? Jam 17.30. Dan kalian tahu, waktu itu sepi banget nggak ada orang satu pun. Dan sayangnya lagi tempat wisata tebing watu mabur ini sore itu belum jadi. Alias sedang direnovasi.

Karena masih di renovasi sayang juga kalau kami nggak abadikan momen disini, dan kami foto dengan background seadanya. Yang penting ada bukti kalau kami sudah ke tempat ini, dan yang jelas bisa buat bahan bikin tulisan di blog.
Meskipun sudah sore, nggak menyurutkan Maman untuk eksis di tebing watu mabur ini, lihat aja gayanya, udah seperti mau terbang sungguhan. Terlihat kan foto dibawah ini, bangunan bawahnya belum jadi. Masih terlihat cor-coran semennya. Meskipun belum jadi tapi ada spot burung yang bisa dijadikan background foto.

Dan foto yang kedua keliatan dari mukanya udah lemes dan serasa ingin istirahat ya. Tapi percayalah kalau dilihat saat ini foto ini sangat berharga banget. Terlebih kalau dapetinnya perlu perjuangan untuk datang ke tempatnya. Jauh dan capek lagi.

Selain itu ada juga semacam gubuk yang terbuat dari akar, dan itu diatas juga, kalau ada di gubuk itu melihat ke bawah cukup tinggi juga. Seperti foto dibawah ini. Jujur waktu itu kami terlalu nekat ke tempat ini. Dan waktu foto di gubug akar ini suara adzan sudah berkumandang. Dan kami terakhiran foto, dan itu terburu-buru banget. Alhasil fotonya kurang bagus, blur gitu.

Tapi mau gimana lagi, aku upload aja disini, yang jelas kalian jadi tahu kalau di tebing watu mabur ada gubuk yang terbuat dari akar ini. Aku yakin saat ini udah makin keren. Karena waktu itu udah lama juga. Kalau penasaran coba deh kesana. Atau searching dulu aja.

Oh, ya meskipun saat ini tempat wisata tebing watu mabur sudah ada beberapa spot foto. Bukan berarti kalian nggak bisa camping lagi. Justru makin banyak. Untuk biaya camping akan aku paparkan dibawah ini. Informasi camping aku kutip dari blog Tebing Watu Mabur langsung. Berikut daftar detail tarif camping tebing watu mabur.
TARIF CAMPING TEBING WATU MABUR
Tebing Watu Mabur Camp GroundTempat Wisata Alam dan Camping
Tarif Camp Tebing Watu Mabur
1. Usia 15 Th ketas : Rp 10.000 / Hari
2. Usia 15 Th Bawah : Rp 5.000 / Hari
3.Sewa Tenda dum kapasitas 4-5 Orang : Rp 35.000 / Hari
4. Sewa Tenda dum kapasitas 2-3 Orang : Rp 30.000 / Hari
( bisa tanya dulu takut habis )
5. Kayu bakar : Rp 15.000 /Ikat
Catatan :
1. Pengelola hanya menyedikan tempat dan penjagaan keamanan,
2. Kamar mandi ada bayar uang kebersihan setiap pemakain Rp.2000,-
3. Bisa juga memesan konsumsi.
Tempat Wisata Tebing Watu Mabur sangat cocok untuk :
1. Camping (keluarga,komunitas dll )
2. Kegiatan Makrab
3. Jurit Malam ( Ada dua jalur menantang dan aman sudah sering dipakai )
4. Menikmati Sunrise dan lautan kabut
5. Sekedar duduk santai menikmati hamparan gunung luas dan angin segar disore hari,
Bantul 14 Juli 2016
Sampai jumpa di lokasi TWM camp
By : Pengelola TWM
Contack person :
Sekretariat : Mangunan, RT.28, Lemahbang, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Wahyu : 087839879069
Facebook : Tebing Watu Mabur
IInstagram :
Untuk bisa datang ke tempat ini aku kasih tahu ancer-ancernya ya. Kalau kalian dari pusat kota Yogyakarta, silahkan menuju ke terminal giwangan. Dari perempatan ringroad arahkan kendaraanmu ke selatan melintasi jalan Imogiri timur hinga sampai di pasar Imogiri.
Kemudian dari pasar lurus sedikit ada pertigaan dan beloklah ke kiri. Ikuti jalan tersebut dan akan menemukan lagi sebuah pertigaan (sebelum makan Imogiri) beloklah ke kanan. Setelah itu tinggal mengikuti jalan saja dan akan sampai di kawasan Mangunan Dlingo.
Sayangnya waktu itu sudah sore, kalau pagi pasti lebih bagus, karena terlihat kabutnya. Pemandangannya juga terlihat hijau lho. Terlebih liukan sungan ayo dapat dilihat dari atas tebing. Lebih bagus lagi disaat matahari terbit, rasanya udah seperti diatas gunung aja.
Aku jadi pengen bisa kesana lagi tapi dipagi hari. Atau nggak sedari malamnya camping disitu. Setelah itu bisa naiklah ke beberapa spot foto yang ada.
Oh, ya ada yang lupa. Aku sempat foto di salah satu spot di tebing watu mabur. Dengan spot hati terbelah gitu. Kalau kalian melihat fotoku dibawah ini kira-kira caption yang tepat apa ya?

Keliatan melayang yah, itu editanku lho. Aslinya nggak gitu kok. Aslinya ada tangga atau jalan menuju spot itu. Seperti foto dibawah ini.
Jangan dilihat gaya fotonya Maman. Memang waktu itu kami sangat lelah. Jadi rasa-rasanya ingin segera pulang. Dan istirahat di kasur kesayangan.

Di perjalanan pulang kami sengaja mencari masjid untuk shalat Maghrib terlebih dahulu. Setelah itu barulah pulang dan istirahat.
Oh, ya aku ingatlah lagi alamat Tebing Watu Mabur (TWM) ini ya. Jikalau kalian mau pergi juga ke tempat wisata ini.
Mangunan, RT.28, Lemahbang, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Aku rasa segitu dulu aja ya diary kali ini. Terima kasih yang udah reques untuk posting wisata watu mabur. By the way, untuk diary jalan-jalan berikutnya kalian mau reques apa nih :
1. Jurang Tembelan
2. Bukit Mojo
3. Bukit Panguk
4. Lampeng Wonolagi
Ke-4 diary wisata tersebut sudah aku siapkan fotonya juga, tinggal publish sembari nunggu jadwal postnya. Sekalian nunggu saran dari kalian ya.
#JanganLupaPiknik

Mantap sekali mas, spot fotonya kekinian bngt haha :D
BalasHapusIya, spot zama now itu :D
Hapuswah namanya aja bikin penasaran, watu mabur. Sekarang emang its ya tempat2 wisata alam yang instagenic gini. Nice sharing, Andi^^
BalasHapusJangan lupa mamtir ke tempat wisata ini kalau ke Jogja, Teh..
HapusWah makin banyak tempat wisata baru ya, biar rame terus harus instahramable dan kreatif pengelolanya, tfs yaa Andy
BalasHapusSama-sama, Teh..
HapusIya makin banyak, jadi kalau mau ke Jogja. Baiknya memang di list mau kemana saja, biar waktunya juga bisa efektif.
Owh kirain di sebut watu mabur tuh karena ada legenda tertentu gitu yg seolah membuat si watu (batu) jadi mabur gan..
BalasHapusHehehe..
Btw ada typo di bagian tarif gan, di point 4, penulisan "sunraist" soal nya yg benar "sun rise" gan :D
Hehe.. hanya namanya saja watu mabur.
HapusUdah aku perbaiki kok, dan itu bukan aku yang ngetik, aku ambil dari blog watu goyangnya seperti itu..
Panggil Andi aja, nggak usah gan..ha
Siap "gan Andy"
HapusHihihi..
Haha.. bisa aja nih gan Yogi :D
HapusMantap adventur terus mas, hehe
BalasHapusKeren dan indah, semoga dengan saya melihat foto bisa kesitu suatu saat :D
Hehe..
HapusAamiin, semoga disegerakan ke Jogja ya, Mas.
Tempatnya keren banget, Instagrammable sekali. Photo yang melayang keren lho Mas 👍.
BalasHapusHehe.. Makasih, Teh.
HapusItu editan kok :D
iya nih Jogja makin banyak destinasi wisatanya yah semakin mupeng liburan kesini kang :p
BalasHapusskrg ada lagi Tebing Watu Mabur hehehe yang lain aja belum dikunjungi uda ada lagi :D
Btw itu yang foto diantara hati kirain emang beneran ga ada tangganya jadi mikir gimana bisa melayang hehhee
Hayo kapan ke Jogja, Teh?
HapusJadi nanti kalau ke Jogja sekalian kunjungi semuanya..hehe
Itu cuma editan kok, Teh..
itu ta kirain emg ngelayang wkwkwk
BalasHapustaunya editan toh hahahaha
itu camping ground nya emg di situnya? maksdnya deket spot foto2 itu bang?
Keren tuh tebingnya, keknya kalo hunting sunset sunrise bagus tuh ya bang?
Iya deket spot-spot itu, aku nggak sempat foto daerah sekitarnya juga sih. Padahal cukup luas kok itu. Coba searching lengkapnya, pasti bisa lihat campingnya juga..
HapusBetul, terlebih kalau cuacanya mendukung, pasti lebih keren.
Waahh!! Meski dahulu hanya tempat perkemahan tapi karena wilayahnya luas jadi watu mabur bisa dijadikan tempat wisata atau arena untuk membuat suatu ide atau inspirasi...
BalasHapusKarena dari nuansa tempatnya yang begitu alami..😄😄
Betul, Mas. Saya juga pengen ngerasain camping disitu langsung.
HapusPengen ngerasain suasana paginya..
captionnya "biar ku lihat engkau dari ketinggian" hehe nggak nyambung kok.
BalasHapusNunggu aja nanti yang terbit yang mana?
Gubuk dari akar bagus banget kelihatannya
ya itu foto kayak mau terbang melayang aja hehe
enaklah kalau masih bebas bisa jalan-jalan, tp beruntung sering dapat cerita dari diary mahasiswa jadi tahu walau blm bisa lihat langsung
terima kasih ya
Hehe.. melihat dari ketinggian terus melambaikan tangan ya, Teh :D
HapusSiap, iya terlihat alamai ya, Teh?
Sama-sama, Teh. In shaa Allah terus update tentang wisata Jogja, selagi saya bisa pasti di share disini. Ya, semoga saja dengan lihat di DM, nantinya bisa datang langsung ke Jogja.
Kapan guwe pikniknya terus bisa menulis begituan he...he...
BalasHapusPikniknya sebelum nulis, nulisnya setelah piknik..hehe
Hapusnah itu.. harus piknik dulu.. baru bisa nulis..
Hapusjadi keinget waktu SD. pas liburan sekolah, masuknya disuruh pak guru nyeritain liburannya dan di baca di depan kelas..wwkwk...^^
Haha.. iya juga ya, dan diwaktu itu juga sangat amat susah mau bercerita seperti apa. Karena aku tak pandai dalam bercerita dulu :D
HapusKesan pertama melihatnya, posisi tempat wisatanya santai, dan batu - batuannya ditata sangat rapi sehingga rasanya seperti sedang ada dijaman purba heheh...
BalasHapusngomong2 mang maman mukanya tua banget yah, kayak umur 30 puluh tahunan gitu, padahal di post2 sebelumnya foto maman gak terlalu begitu tua... hahah mungkin dia lelah kali yah.. hahah
Dia kelelahan, Mang.
HapusDan memang pengen pulang terus, tapi sore itu saya paksa untuk ke spot terakhir, setelah itu pulang..he
Spot fhotonya banyak ya. Cocok bngt buat anak-anak ig
BalasHapusNggak cuma anak IG, anak blogger juga cocok kok, Mas :D
Hapusoh itu ada gubuk yang terletak di atas
BalasHapusalangkah asyiknya
Asik nan indah ya, Mas..
HapusCaption fotonya yang paling cocok ya lagunya Cita Cita ya menurut saya, Ndi.
BalasHapusSAKITNYA TUH DI SINI DI DALAM HATIKU... Hahaha....
#Jangan lupa piknik.
Nyindir saya nih ya yang kurang piknik? 😁
Jangan salah, Ndi.
Saya juga sering piknik kok. Piknik ke Diary Mahasiswa, hehehe...
Haha.. bisa aja nih, Teh Ima..
HapusNggak juga, cuma mengingatkan untuk piknik :D
Hehe.. Betul, dengan seringnya main ke DM, jadi tahu kan wisata yang jauh dari tempat teh Siti, nah dari situ dapet deh informasinya.
WATU MABUR NYA LUAR BIASA BANGET YA KOK BISA ADA WATU TERBANG PADAHAL NAMANYA BATU KAN BERAT
BalasHapusHehe.. Kapan ke Jogja, Mang?
HapusSerba diketinggian ya mas, tapi asyik juga bagi yang punya nyali. Meskipin saya takut ketinggian tapi kalau lihat pemandangannya bagus pengen juga kesana. Bisa berfoto di ketinggian itu keren loh, asal aman yaa..
BalasHapusRumah akarnya tuh kece banget, bayangin saya foto disana sambil berpose berdiri di atasnya dengan satu tangan diangkat ke atas dan berdiri dengan satu kaki, hehe..
Keren, dan in shaa Allah aman, Teh..
HapusGaya seperti itu seperti sudah familiar, dan sering melihat perempuan berfoto dengan gaya gitu..hehe
another great kekinian place! xD
BalasHapusharga tiket dan sewa tendanya masih terjangkau banget ya :D mau ke sana deh
Iya, Teh. Bagi yang suka camping pasti cocok nih, dan harus dicoba..
Hapuskamu edit ya fotonya sampai jadi melayang mas?
BalasHapusentah napa wisata kayak gini jadi malahan merusak pemandangan aslinya :D
Hehe.. Iya, koh :D
HapusSaya nggak sempat foto semua juga, terlihat nggak semuanya penuh dengan spot, Koh.
tak sangka terbang beneran... yakin editannya nggak keliatan. aku sampai mikir keras. aih kok itu melayang, padahal nggak ada tali atau tiang apa.. pas scroll ke bawah ealahhhh ternyata ada jembatannya,,
BalasHapusasli editanmu nggak keliatan mas.. hahaha
jogja banyak temopat HITS yah,, disinimah cuma pantai. cuma musim hujan kaya gini pantai jadi kurang populer.. hhehehe
Hehe.. iya ada jembatannya, itu, Mas. Editan ya.. :D
HapusNah itu, jangankan ke pantai kalau musim hujan, keluar aja kadang suka males..haha
Hihihiii akhirnya setelah sekian lama rasa penasaranku terpuaskan wkwkwk ternyata watu mabur itu batunya gak bisa terbang yak
BalasHapusHahhaaa makasih banyak loh kang, 😂
Iya, nggak bisa terbang. Kalau terbang jadi keajaiban dunia kali ya..wkwk
HapusSama-sama, mau reques lagi, monggo :D
Keren banget kang, ternyata fotonya di edit toh, pantesan kok bisa melayang gitu.. Hehe..
BalasHapusNama tempatnya waktu mabur, kalau diterjemahkan kira-kira artinya apa ya kang?
Hehe.. Kalau diterjemahkan jadinya ya batu terbang. Watu artinya batu, mabur artinya terbang, Kang.
HapusWah banyak banget yang lokasi cantik di Jogjakarta.
BalasHapusBetul, Teh.. Kalau ke Jogja jadi makin puas untuk eksplor tempat wisatanya..
HapusKayaknya sempet baca penujuk arah ke tebing watu mabur pas menuju bukit panguk, tapi ga mampir karna belum tau apa isinya hehe
BalasHapusKalau request pilih yg no. 4 (llampeng wonolagi) soalnya penasaran kek apa mas hehehe
Nah itu jadi tahu kan sekarang..hehe
HapusBoleh, nanti aku posting in shaa Allah, Mas..
Instagramable banget ya spot foto nya....
BalasHapusYa begitulah, Mas. Cocok tuh buat yang sering main instagram..
HapusUnique ya tempatnya..bagus juga spot buat foto krn pemandangan alamnya
BalasHapusBetul, Teh.. Makin kekinian ya..
Hapuswah hebat gila editan potonya tadi saya amati mana talinya ternyata editan, halus seperti beneran mabur,, (y)
BalasHapusHarusnya jadi aku yang mabur ya, Mas.. wkwk
HapusMangunan serasa jadi centra wisata baru ya Ndi... Banyak banget pilihannya. Banyak obyek wisata yang bisa dijangkau, hanya dengan sekali jalan..
BalasHapusBetul, Teh. Sekali kesana kalau cuaca bagus pasti dapet tempat wisata banyak.
HapusCaptionnya "sudah jadi serpihanpun, ini masih akan jadi milikmu yg selalu aku jaga" aseekkk gombal mukio 😂😂
BalasHapusBtw tempatnya bener2 patut jd pajangan di feed ig
Kalau request selanjutnya pilih yg nomor 1. Jurang tembelan. Karena namanya unik, cocok buat nembel hati yg terbelah di diary kali ini 😂
Alasan paling utama sih biar makin mupeng liat hasil foto2nya nanti.
Haha.. biasa aja nih si Anggun :D
HapusBetul, tempatnya kekinian banget.
haha, nembel hati yang terbelah, boleh-boleh nanti diposting, tunggu aja ya.
Penasaran ya, cukup banyak sih foto di tempat jurang tembelan waktu itu.
Jieee, yang mau nyemangatin mba Lintang... Waktu liat fotonya di Hati yang Retak itu, kaget, kok bisa ngambang, eh ternyata diedit, kirain mas Andi sakti mandraguna, bisa melayang..
BalasHapusTempatnya lumayan bagus loh, apalagi ada spot untuk berfoto
Haha.. jadinya aku yang mabur ya, Mas :D
HapusNah itu, udah gitu bisa buat camping. Cocok bagi mereke yang suka dengan camping.
Spot foto yang selalu menarik hati tapi kalau sy mending nggak usah sih, nanti copot jantungnya kan bahaya :D
BalasHapusHehe.. In shaa Allah aman itu, Teh.
HapusCukup berani aja, pasti bisa.
Wih itu kren gubug dari akar, mau atu kang di foto disana.. xixix itu gambar love kebelah buat yng patah hati y bru selfie disana xixixi
BalasHapusBoleh-boleh, Teh. Monggo..hehe
HapusIya, tapi saya kebetulan nggak patah hati :D
we piknik bro, piknik diam-diam bae , jangan sampai kurang piknik negara kita indah banget begitu banyak tempat yang belum dikunjungi
BalasHapusNah itu, Mas. Jangan diem-diem bae lah, ngopi apa ngopi :D
Hapussemakin unik aja ya tempat wisata. buat kemping juga sudah disiapkan sampai kayu bakarnya. tinggal siapkan saja dananya
BalasHapusBetul, sekarang mah asal ada dana semua jadi mudah. Bukan begitu, Mas Abdul?
HapusLaper tapi mager juga tinggal delivery udah cukup..hehe
Wih... Spot fotonya banyak dan masing-masing unik.
BalasHapusMantap!
Iya, keren ya.
HapusKapan-kapan maen ke Watu Mabur, Mas.
Sayang sekali ya dek lokasi intinya sedang direnov, padahal pgn liat foto batu yg seolah melayang itu. Tapi spot2 lainnya jg oke ya. Instagramable bgt. Aku paling suka yg gubug2 itu. Natural bgt soalnya. Trus info kemping jg menarik buatku. Soalnya aku suka kemping dan hiking. Cuma karena sekarang putraku masih kecil jadi udah lama ga kemping. Biaya kempingnya menurutku ga mahal. Aku penasaran ingin lihat area kempingnya kyk apa tuh disana 😁
BalasHapusIya, Teh. Waktu itu sedang di renov, tapi saat ini sudah jadi kok. Coba teh Dipi searching di google aja atau cek di instagramnya langsung.
HapusOh, gitu. Saya juga udah lama nggak camping dan hiking lagi. Sempat diajak mendaki lagi, tapi lihat cuaca belum stabil sepertinya. Nanti kalau anaknya sudah besar ajak sekalian hiking, Teh..hehe
Iya euy udah ga sabar nunggu anakku gede. Kemarin aja pas wiken aku ajakin dia ke lokasi wisata outbond gitu yang deket rumah. Padahal dia jalan aja masih belajar udah kubawa ke lokasi outbond hahaha. Ok, nanti aku googling aja deh gambar watu maburnya. Foto-foto lainnya aku udah kenyang liat, di ig mu juga ada kan ya.. hehehe. Terus menulis ya, biar aku jadi tau tempat-tempat wisata lain di Indonesia yang banyaaakk banget itu.
HapusWah, bagus itu, Teh. Itung-itung mengenal alam sedari kecil..hehe
HapusAamiin, in shaa Allah, Teh. Semoga diary saya bisa bermanfaat untuk para pembaca..he
Iti to yg namanya watu mabur.. Hhh
BalasHapusOrg2nya pd kreatif bgt sih ya.. Mestinya kesananya lebih gasik mas biar nggak kesorean..
Soalnya waktu itu saya habis eksplor yang lainnya, Teh. Dan kebetulan terakhir ke Watu Mabur ini..hehe
HapusNext time in shaa Allah lebih pagi kalau kesini lagi, pengen camping juga malah disitu..he
klu disuruh mengajukan , saya pilih ke-4nya Mas,soalnya pnasaran, hehehehe...
BalasHapusFhoto Mas Andi itu bagus sekali editannya, seperti melayang diudara, :)
Ngak ada Mataharinya yach Mas,,,berkabut sekali.
Sebuah spot berfhoto yang asyik,,,apalagi bisa naikin gubuk itu, saya pikir mungkin bukan blm direnovasi gubuknya, tapi ada orang didalemnya, mas.....hehehe
Kalau penasaran nanti tunggu tanggal postnya aja ya, Kang..he
HapusMelayang sembari mencari hati yang hilang :D
Itu udah sore kok, Mas. Pas Adzan Maghrib juga kami masih disitu, dan terus pulang cari masjid.
Haha.. memang di renov kok, Kang. Coba kalau sekarang kesana, udah jadi pasti. Kapan nih ke Jogja, Kang?
wahh keren-keren banget spotnya, memang instagramable banget untuk berfoto, pengelolannya cukup baik ya, dibuat spot2 seperti ini agar ramai dikunjungi,
BalasHapusYa begitulah, Mas. Mengikuti perkembangan zaman..hehe
HapusSetiap kota juga rata-rata ada spot-spot seperti ini.
Tapi di Mangunan ini cukup banyak, selain memang daerahnya yang tinggi, jadi spot pemandangannya lebih keren.
fotonya bagus yang asli..nampak pasrah sekali Mas Maman nya hahaha...
BalasHapusDitunggu ke empat diary wisata berikutnya Mas:)
Iya itu udah saya pasang juga yang asli..hehe
HapusWaktu itu lagi iseng aja, Teh. Edit-edit gitu.. :D
Lelah banget dia soalnya, udah pengen pulang terus, tapi saya ajak untuk ke spot terakhir ya itu ke Tebing Watu Mabur..hehe
Wah mantap, pemandangannya indah.. Jadi penasan ingin maen ke tempat ini hhe
BalasHapusAyo main ke Jogja, nanti sekalian eksplor, sekalian kulineran juga..
HapusKa Andi? Kalo spot wisata yang pernah masuk dalam film AADC itu dimanannya Jogja? Yang itu bisa lihat-lihat seluruh Jogja. Aduh, nggak tau jelasinnya gimana, cuma yang jelas dia harus naik-naik gunung juga.
BalasHapusJogja memang dari tahun ke tahun semakin baik wisatanya, semua orang pasti puas kalau pergi kesana. Kapan-kapan saya berkunjung, ya? Kalau diberi kesempatan, nanti kita kopdar disana, ha ha ha. Bawa saya ke tempat spotnya film AADC.
Ini foto-foto saya salfok ke salah satu foto yang ada, kayaknya pernah beri caption, "Terlahir dari patah hati".
Kalu spot yang AADC itu banyak, ada Gereja Ayam, Candi Ratu Boko, Makan Panembahan Senopati, Pojok Beteng, Punthuk Setumbu, Pantai Parangtritis dan yang lainnya.
HapusMisalnya saja kalau Gereja Ayam itu ada di daerah Magelang. Daerah-daerah Borobudur. Iya itu pas kamu kasih caption di facebook..ha
Kalau mau jalan-jalan mah ayo aja, tapi ya asal akunya pas lagi ada waktu dan longgar..he
Kapan ke Jogjanya, Dik?
Ohiya, yang saya tahu ada juga namanya punthuk setumbu.
HapusIya, nanti ada waktu saya jalan-jalan kesana, ya!
Nanti saya kabarin, kok.
Siap, berkabar aja.
HapusBtw, Andika ini asli mana ya?
Aslinya Gorontalo, tempatnya di Sulawesi.
HapusKa Erick Paramata juga tinggal di Gorontalo. Suka sedih rasanya banyak yang belum tau provinsi yang satu ini. :(
Oh, gitu. Sempat beberapa kali dapet pesen buku juga tuh ke Gorontalo..he
HapusOh, gitu, baru tahu malah. Aku sendiri tahu hanya saja belum kesana..hehe
Btw, Gorontalo bukannya tempat Norman Kamaru ya? :D
Ada aja spot2 unik begini 😁
BalasHapusIya, keren ya. Mengikuti perkembangan zaman :D
HapusTebing Watu Mabur masih fresh nih dan belum banyak yang tahu..
BalasHapustapi kalo ada fasilitas kampingnya lumayan banget pasti seru, kapan-kapan nyobain dong di.
Untuk Spot fotonya aku suka gubuk dari akar eta, teksturnya unik. apalagi kalo di dukung cuaca yang bagus pasti hasilnya kaya foto-foto anak hits di instagram. Besok besok datengnya pagi-pagi aja ya ni biar dapet kabut.
Btw editan foto melayangnya alus euy
Sepertinya memang begitu, Kang. Masih belum banyak orang yang tahu..
HapusPengennya sih, tapi untuk cuaca saat ini di Jogja belum begitu mendukung. Musim hujan euy :D
Betul, sore itu sudah sore, dan mendekati Maghrib jadi cuacanya kurang bagus, dan agak mendung juga. In shaa Allah pengen kesana lagi disaat pagi hari.
Hehe,, hatur nuhun, Kang.
Cocok untuk yang hobby berfoto apa lagi untuk yang sering eksis di instagram y mas Andi
BalasHapusbareng temen dan kluarga pas juga nih
dari pada bengong di rumah
Betul, tuh. Tapi untuk saat ini harus pintar-pintar cari hari dan waktu yang tepat agar cocok dengan cuaca. Sering hujan sekarang, Mas di Jogja. Gimana di Jakarta?
HapusJakarta juga lagi musim hujan mas Andi
Hapussekarng juga saat komen ini sedang hujan gede di jakarta
Oh, gitu. Syahdu dong..hehe
HapusMemang musimnya sih, di Jogja kalau paginya nggak ujan, biasanya sore atau nggak malamnya hujan..
baru denger dengan nama wisata tebing watu mabur nih mas,kalau lihat fotonya sih asyik banget nggak kalah dengan tempat wisata yg sudah lebih dulu dikenal publik
BalasHapusBetul, Mas. Tunggu aja nanti pasti jadi banyak yang tahu tempat wisata yang satu ini.
HapusLokasi wisata yang bakal diburu oleh para instagramer :D
BalasHapusBetul, dan nggak cuma para instagramer, tapi blogger juga nggak kalah..he
HapusSemoga disegerakan ya, biar bisa berlibur puas eksplor Jogja.
BalasHapusWah, deket nih dari Semarang.
BalasHapusSemoga satu hari nanti bisa dapet rezeki camping di Watu Mabur.
Salam sore dari Lombok.
Aamiin.. Semoga di segerakan ya, Teh..
HapusSalam juga dari Jogja..
Eh, kok Lombok, katanya deket dari Semarang, atau ada saudara di Semarang? he
Itu ampir fail banget foto bersayapnya hahah gak pas. Tapi pengen euy foto disitu juga... walaupun sepertinya spot fotonya serem abis bawahnya langsung jurang gitu kayaknya, oleng dikit nyawa melayang. Hehe
BalasHapusTerpaku lama sama foto melayang itu, kirain emang beneran tapi manaa bisaaa. Ternyata editan loh. Alus banget editannya. :D
Tapi aman kok, Mas. Coba aja ke Watu Mabur langsung..hehe
HapusIya editan itu, Mas :D
bener-bener kekinian semua tempat sekarang kok konsepnya mirip seperti itu semua tempat fotonya kalau nggak hati-hati yang gubuk atau bintang gitu
BalasHapusHampir semua tempat wisata sekarang gitu ya, Mas. Unik dan banyak menarik para pengunjung. Terlebih kalau tempatnya di atas pegunungan gitu, tentu akan terasa lebih bagus, karena pemandangannya juga ikut mendukung..
Hapusmantep juga ya kemping mudah murah, ada cateringnya lagi maksudnya bisa pesan
BalasHapusBetul, Mas. Selain itu pemandangannya juga mendukung ya.
HapusAgak ngeri liat fotonya Maman, masih di cor kan itu..
BalasHapusDan sempat ketipu sm foto cinta yg retak fotonya mas andy itu, yg taunya cuma editan! Hahaha
Ngeri kenapa, Teh?
HapusIya masih di cor, sekarang tapi udah jadi kok, Teh. Udah lebih bagus malahan.
Hehe.. kalau beneran keren padahal ya, Teh. Melayang gitu.. :D
Ya ampun, pas liat foto melayang baru mau komen itu gimana ceritanya kok bisa gitu. Eh ternyata di edit toh hehe
BalasHapusyg kaya dari akar ituloh barus, terus pemandangannya juga keliatan dibawah hehe
sekarang jaman banget ya setiap kota kayanya pada bikin tempat foto.
Wisata jaman dulu kan menikmati keindahan, kalo sekarang lebih ke foto terus upload hehe
Bener, setiap kota hampir ada spot foto di tempat wisatanya seperti itu. Bagus sih, karena menarik para pengunjung, terlebih lagi kalau pemandangan sekitar yang mendukung juga..
Hapuskeren juga obyek wisatanya, watu mabrung itu berasal dr bahasa jawa artinya batu terbang
BalasHapusIya, batu terbang.. Mabur bukan mabrung..hehe
HapusAku pikir tadi beneran melayang itu mas, ternyata editan. Ahahaa...
BalasHapusTapi tempatnya keren sih, apalagi kalo udah selesai renovasinya tuh.
Sekarang udah selesai renovasi kok, Mas. Beneran memang jadi lebih bagus..
HapusBagus ya masss wisatanya, lingkungannya juga memadai buat tempat rekreasi. Spot untuk dipakai poto juga bagus bagus tapi kenapa serem-serem yaa seolah ada di ketinggian dan gak ada pegangan disamping kiri kanan hahaaa. Waw disana disediain untuk ngecamp juga? Wew cocoklah buat anak mapala atau kelompok untuk outing disana yaa, atau bahkan juga bisa dipake untuk spot uji nyali diluar ruangan yaaa
BalasHapusTapi itu aman kok, asal lebih hati-hati aja..he
HapusIya, udah gitu harga campnya terjangkau ya..he
Hehe,, boleh juga tuh, kalau uji nyali. Tapi harus diskusikan sama penjaga atau warga setempat..
wow, sepertinya di JOgja tiap hari ada aja yg baru utk dikunjungi oleh wisatawan ya
BalasHapusHehe.. ya begitulah, sampe-sampe belum ke tempat ini, eh, udah ada aja yang baru.. :D
HapusJadi bisa requestnya buat review tempat mana yang mau direview, review dong bro, tempatnya terserah, tapi ajakin aku juga buat maennya wkwk.. Bosen nih, pengen maen tapi nggk ada temen buat maen hehe
BalasHapusHehe.. mas Yudi ini tinggalnya di daerah mana ya?
HapusAku ya belum sempet main lagi nih, terkadang masih mengondisikan cuaca juga.. :D
Waah, mangunan memiliki banyak tempat untuk menikmati pemandangan yaa. Apalagi di sini malah disediakan area camping. Pasti makin ramai dan seru
BalasHapusBetul, Mas. Udah gitu harganya juga terjangkau. Dan pemandangannya juga mendukung. Kalau cuaca bagsu pasti akan lebih keren lagi.
Hapuskekinian banget ya itu spot fotonya, semoga selesai renovasi semakin syantiiiik :)
BalasHapusUdah selesai kok sekarang, Teh.
HapusDan memang semakin syantikkkk..he
Cocoklah buat kawula muda yg bapak bapak lewat dulu deh...
BalasHapusBagus juga kok, Mas. Ajak anak-anak kan bisa..he
HapusWkwkwk... aku sempat bayangin gimana naiknya tuh kok kayak melayang gitu, ealaaah... ternyata diedit.. #ngakak
BalasHapusJadi itu dikasih nama watu mabor karena ada sayapnya gitu ya
Hehe.. banyak yang salah fokus sama foto editanku.. :D
HapusItu karena seperti terbang diatas, awan. Mungkin seperti terbang/mabur gitu :)
Sial, gue udah penasaran sama foto yang melayang itu, taunya editan!!! HAHA
BalasHapusJago juga mas ngedit-ngedit begituan. GOKS! :D
Wisata nya terlalu sore ya mas, sampe sepi begitu. Lain kali maen lagi kesini mas. Biar keliatan keramaiannya. Hehe
Haha..GOKS! :D
HapusBanyak yang salah fokus ya, padahal editan. Tapi kalau itu beneran bagus juga ya, Mas..hehe
Bukan terlalu sore, tapi waktu itu karena memang udah exsplor Mangunan, dan itu terakhir jadi aja gitu, kesorean..he
cuacanya sama kaya di bandung. gloomy2 gimana gitu. Tapi hari ini, udah mulai cerah sih. Foto yang patah hati udah sempet liat yang di IG. Mabur itu, jadi karena terhalang sebagian yaa. Kalau cuaca berkabut dg sedikit berkabut keknya lebih keren nih ndi. Eh, jadi yg disebut watu maburnya yg mana?
BalasHapusNah itu, kalau cuaca cerah dan pagi hari pasti lebih bagus pemandangannya, Teh. Terlebih kalau cuacanya bagus. Lagipula waktu itu aku sore itu lho, Teh. Udah adzan Maghrib disitu juga..hehe
Hapusia mirip.... hmmm Bukit Indah Simarjarunjung di medan... seronok kalau dapat berOOTD di sini kan?
BalasHapusNggak tahu malah kalau Bukit Indah Simarjarunjung di Medan gimana. Belum pernah kesana, belum pernah ke Medan juga. Semoga bisa exsplor Medan nih..aamiin..
HapusHaish kirain beneran melayang, ternyata di edit hehehe.
BalasHapusCantik-cantik ya spotnya. Yang suka foto dimanjakan ini mah.
Biaya masuknya juga terjangkau. Noted. Siapa tau nanti berkesempatan ke jogja. Mau ke sini ah :D
Hehe.. padahal kalau melayang itu bagus ya :D
HapusHarus, kalau ke Jogja nih ya, selain kulineran, sempatin juga untuk exsplor daerah Mangunan..
Dah disimpan halaman ini untuk kapan-kapan jika saya dan keluarga bisa avonturir ke Yogya.
BalasHapusSpotnya yang diedit itu lebih cocok jadi judul, "Patah Hati Bikin Melayang-layang Tiada Pijakan". Haha.
Enak banget bisa keliling-keliling, Ndi. Yang semangat ya siapa tahu bisa membukukan perjalanan kelilingnya. :)
Yogya keren juga banyak tempat wisatanya. Garut mah belum tahu gimana, lah sebagai orang kampung lom punya kesempatan keliling-keliling. Moga suatu saat kelak ada rezeki untuk itu, ya. Aamiin.
Oh, ya? Makasih, Teh..
HapusWah bagus juga ide judulnya tuh. Keren sepertinya judul ini diganti..hehe
Aamiin, terima kasih, Teh..
Saya juga masih penasaran sama Garut. Terlebih sama keindahan alamnya, pegunungan di daerah Garut terutama.
Btw, garut wisata dan kulinernya apa aja ya, Teh?
Asal jangan kuliner dodol..hihi
nah ini nih, baca tempat wisata yang alam-alam gini, jadi ngiri sebagai orang jakarta. karena harus ke luar kota dulu untuk bisa menikmati alam bebas kayak gini.
BalasHapustapi kira-kira kapan selesai pembuatannya yak. katanya masih di renovasi kan ya.
pas liat foto yang terbang itu, kaget juga sih. eh pas liat foto keduanya, hoalah ada jembatannya gitu to. hahahah
Udah selesai kok sekarang, Mas. Malahan udah keren banget. Coba kalau kesana, pasti udah keren dan terlihat lebih rapih.
HapusPadahal kalau tempatnya kayak yang editan itu keren ya, Mas? Hehe
Ini perasaan spot yang instagrammable di Jogja kagak ada habis-habisnya ya banyak bener.
BalasHapusTapi ku agak ngeri sama tempat-tempat fotonya kayaknya tinggi banget ya trus ga ada pagar pengaman, nanti kebawa angin lagi hahah.
Boleh banget nih buat camping, harganya juga ga terlalu mahal. Benar katamu, pasti waktu paling tepat ke sini adalah pagi atau subuh pas ada kabut pasti lebih cantik lagi. Cuma ya hati-hati aja kalau-kalau jembatan tertutupi kabut kemudian kita nyungsep terjun bebas ke bawah -___-
Ku vote Lempeng Wonolagi untuk destinasi selanjutnyahhh!
Nah itu, bisa di hitung tiap bulannya pasti spot wisata baru di Yogyakarta. Terlebih di daerah Mangunan, makin banyak aja.
HapusHaha..naiknya jangan disaat ada angin, Mas :D
Nah itu, harus lebih hati-hati lagi, Mas. Semoga bisa kesana lagi, pengen ngerasain suasana pagi.
Wah, banyak yang vote Lempeng Wonolagi nih, unggul nih vote, tunggu aja ya diary berikutnya.
Nomer empat dong mas Andi, Lampeng Wonolagi. Penasaran sama becaknya...
BalasHapusBtw tu aksi mang maman gokil banget... hehehe
In shaa Allah, Mas.
HapusTunggu aja posting berikutnya..
Gokil kecapean itu, Mas..hehe
Siapppp....
HapusSip-sip..
HapusBanyak banget spot kece ya, saya paati betah tuh foto-foto disana
BalasHapusPasti lah, seharian di Mangunan itu betahnya kurang lama, Teh..hehe
HapusWatu saja bisa mabur, apalagi pemikiran dan imajinasi kita, maka terus saja menulis, hehehe...
BalasHapusBetul, Pak. Terus berbagi dan menginspirasi lewat tulisan :)
HapusMirah euy sewa tenda dum 4-5 orang hanya 35rb. Yang buat 2-3 juga murce 30rb. Kalau butuh kayu bakar seikat tinggal beli. Murah semua. Cuma baru wacana kalau aku mah mau kemping gini. Suka bingung mandi dan BAB n BAK nya hahahaha masih orang rumahan. Entah kapan terlaksana 😀😀😀😆
BalasHapusMurah banget, Teh. Terjangkau lah ya.
HapusNiatin aja dulu, Teh.. Siapa tahu aja kesampaian..
Beuh keren gtu kang Andy foto backgroundnya love wkkwkw.. Nanti mau ah kalau patah hati ups hahahaa, kayanya cuco meong buat anak abg muda yang masih galau mencari pasnagan hidup ya hahhaa.. btw ditunggu artikel selanjutnya lho kang Andy
BalasHapusHaha..jangan patah hati, Teh. Sakit lho, memang sih gak berdarah :P
HapusIya nih siap, udah prepare kok, siyap tayang in shaa Allah. Tunggu aja ya, Teh..
wkwkwk fto yg paling atas sy ngeri lihatnya mas, kok kayak terbang emangnya itu pesawat ya? hehe
BalasHapussemakin josh aj #diarymahasiswa sekarng,,, bener2 inspirasi mas brow. Ingat sekali - kali exsplore wisata bali mas brow!